Rabu, 30 November 2022

Lionel Messi Under Pressure

Mega Bintang Argentina Lionel Messi berada dibawah tekanan ketika harus menghadapi Polandia dibabak ketiga penyisihan grup C. Kekalahan Messi saat berhadap dengan Arab Saudi berbuntut pada nasib mereka yang akan ditentukan pada laga terakhir menghadapi Robert Lewandowski dkk. Posisi Polandia sendiri juga belum aman mengingat selisih point mereka dengan Argentina dan Arab Saudi hanya 1 point. Pada laga awal Messi dkk sebenarnya sudah diuntungkan dengan mendapatkan hadiah pinalti yang sukses dieksekusi eks Bracelona tersebut. Namun comeback Arab Saudi dibabak kedua membuat 3 point yang sudah didepan mata harus melayang. Catatan 4 kali haisl VAR yang merugikan Argentina diduga juga mempengaruhi mental para pemain. Salah satu hasil VAR yang kontroversial adalah saat Lautaro Martinez dianggap offside setelah  menyarangkan bola ke gawang Arab Saudi.


Harus bermain dibawha tekanan sepertinya hal yang tidak mengenakan bagi Messi. Penyerang Argentina ini dikenal pendiam dan tidak banyak bicara. Dalam situais seperti ini Messi biasanya bermain kurang optimal. Kita masih ingat bagaiaman pemrainan Messi saat final Piala dunia menghadapi Jerman atau bahkan pada saat Argentina menjadi juara Piala Copa Amerika, permainan Messi justru sangat tidak terlihat. Dominasi Messi dalam mengalirkan bola yang seringkali menghasilkan peluang bagi tim tidak nampak pada permainan tersebut. Meskipun Argentina mampu mempecundangi Brasil pada laga final Copa Amerika namun Messi juga gagal mencetak gol pada pertandingan ini. 

Mantan pelatih Barcelona yang pernah membawa Messi dipuncak kejayaan Pep Guardiola mengatakan bahwa "Messi adalah salah satu atlet yang memiliki talenta istimewa sepajang masa. Dia menanggung beban di Argentina maupun di Klub nya. Seluruh dunia menghadapkan dia mencetak gol dan merencanakan tiga gol berikutnya dalam setiap permainan. Pemain lain juga tahu jika punya pemain seperti Messi sebagai rekan maka mereka akan mengandalkannya" ungkap Pep dalam sebuah wawancara. 

Pelatiha Argentina sendiri membuat sebuah pembelaan mengenai situasi mental para pemain Agentina. Scolani mengatakan "secara emosional kondisi Messi dkk baik-baik saja jadi tidak ada masalah disana. Kami menngetahui akan ada pertandingan penting besok dan sebagian pemain muda juga mengetahui semua akan dipertaruhkan besok di lapangan. Semua akan tergantung kepada kami, maka dari itu kita akan memberikan semuanya besok di lapangan" ungkap Scolani. Bahkan Scolani menambahkan situasi yang dihadapi Argentina saat ini mirip dengan situasi mereka pada Piala Dunia  1990. Kekalahan dari Arab Saudi di pertandingan pembuka fasae grup membuat Argentina harus menuntaskan babak penyisihan sampai dipertandingan terakhir mereka. 

Pada saat Argentuina masih diperkuat legenda mereka Diego Armando Maradona pada piala dunia 1990, Argentina juga mengalami kekalahan pada laga awal. Argentina harus menyerah dengan Kamerun dengan skor tipis 1-0 saat bersama-sama di grup B. Namun dliuar dugaan Argentina yang lolos terseok-seok di grup B justru mampu melaju sampai babak final. 

Apa yang disampaikan Scolani memang bukan hal yang mustahil mengigat Argentina saat ini diperkuat dengan pemain-pemain terbaik dunia yang syarat pengalaman di liga-liga besar Eropa. Namun sekali lagi berbeda mentalitas antara Argentina dijaman Maradona dan Argentina dimasa Messi dkk. 
Satu-satunya alasan yang membuat Scolani percaya diri adalah kemenangan Argentina saat berhadap dengan Polandia dipertandingan terakhir mereka. Sementaa kabar buruk yang harus dihadapi Scolani adalah kondisi fisik Messi yang sempat mengalami cidera otot soleus pada saat sesi latihan sebelum menghadapi meksiko. 
Argentina akan sangat bertumpu pada Messi sementara Polandia akan mengandalkan striker mereka yang sekarang membala Barcelona Robert Lewandowski. Kedua pemain hebat yang pernah dimiliki oleh Barcelona ini akan saling berhadapan untuk membela negara masing-masing.




Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kosong

Kosong

Kosong